Memasuki awal tahun 2026, peta persaingan destinasi wisata di Indonesia mengalami kejutan besar. Fenomena “Purposeful Travel” atau perjalanan berbasis tujuan mendalam menjadi viral, di mana para pelancong—terutama milenial dan Gen Z—mulai meninggalkan destinasi mainstream yang padat demi mencari pengalaman autentik di desa-desa wisata terpencil. Menariknya, data terbaru menunjukkan Yogyakarta kini mulai menggeser posisi Bali sebagai destinasi favorit karena dianggap menawarkan kedalaman budaya dan ketenangan yang lebih dicari oleh penganut tren ‘Slow Travel’ tahun ini.
Viralnya tagar #HiddenGem2026 juga mengungkap lonjakan kunjungan ke tempat-tempat seperti Likupang dan Sumba, yang kini menjadi markas baru bagi para “Glowmads” (wisatawan yang fokus pada kesehatan mental dan kecantikan). Para traveler tidak lagi berlomba-lomba mengunjungi 10 tempat dalam 3 hari, melainkan memilih tinggal lebih lama di satu lokasi untuk belajar keahlian lokal, seperti membatik atau bertani organik. Tren ini didukung oleh teknologi AI yang mampu menyusun itinerary super personal, memastikan setiap perjalanan bukan hanya tentang foto indah, tetapi tentang transformasi diri yang nyata selama liburan.
Sumber :
- Laporan Tren Pariwisata Skyscanner & TripAdvisor 2026
- Analisis Destinasi Viral dari Duta Pariwisata Indonesia
- Pantauan Data Kunjungan Wisatawan Kemenparekraf RI (Januari 2026)









Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.