Dunia ekonomi kerakyatan di tahun 2026 mengalami pergeseran unik yang mendadak viral di berbagai platform media sosial. Sebuah sistem ekonomi baru berbasis sirkular resmi diterapkan secara luas, di mana masyarakat dapat menukarkan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang sudah dipilah langsung menjadi saldo dompet digital di mesin-mesin otomatis (RVM) yang tersebar di minimarket. Fenomena ini memicu gelombang antusiasme besar karena untuk pertama kalinya, sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan aset ekonomi riil yang bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik hingga belanja sembako.
Video-video tutorial “Cara Cuan dari Sampah” kini merajai konten di TikTok dan Instagram, memperlihatkan bagaimana warga mulai rajin memilah sampah demi mendapatkan poin cashback. Para analis ekonomi menyebut ini sebagai strategi ‘Green Economy’ paling efektif yang pernah ada, karena berhasil meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menyelesaikan krisis limbah nasional secara simultan. Di sisi lain, beberapa startup teknologi lingkungan dikabarkan mendapatkan suntikan dana triliunan rupiah karena berhasil menciptakan algoritma AI yang mampu menyortir jenis plastik secara instan, menjadikan sampah sebagai komoditas yang paling dicari di pasar industri manufaktur tahun 2026.
Sumber :
- Laporan Strategis Ekonomi Sirkular Nasional 2026
- Analisis Pertumbuhan Fintech Hijau dari Asia Business Review
- Pantauan Viralitas Komunitas Sadar Sampah Indonesia
– Dokumentasi Inovasi Limbah dari Global Green Initiative







