Ekonomi Indonesia mencatatkan sejarah baru di awal tahun 2026 dengan peluncuran penuh mata uang Rupiah Digital oleh Bank Sentral. Langkah ini menjadi viral secara global karena Indonesia dianggap sebagai salah satu negara tercepat yang berhasil mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan nasional secara menyeluruh. Fenomena yang paling mencuri perhatian netizen adalah adopsi teknologi ‘Face-Pay’ di pasar-pasar tradisional, di mana pedagang sayur dan buah kini menerima pembayaran hanya dengan pemindaian wajah pembeli yang terhubung ke dompet digital terenkripsi.
Diskusi di media sosial meledak, terutama mengenai efisiensi transaksi yang kini mencapai nol detik tanpa perlu kembalian fisik. Namun, viralnya berita ini juga dibarengi dengan kekhawatiran mengenai keamanan data privasi dan nasib uang tunai fisik yang mulai langka di peredaran. Para pakar ekonomi menyebutkan bahwa langkah teknologi ini berhasil menekan angka inflasi digital dan mempercepat pertumbuhan UMKM hingga 300% karena kemudahan akses modal yang terintegrasi langsung dengan skor kredit AI. Di platform X, tagar #EraBaruRupiah dan #GantiDompet memenuhi kolom trending selama berhari-hari sebagai respons antusias masyarakat terhadap kemudahan teknologi ini.
Sumber :
- Laporan Tahunan Ekonomi Digital Bank Indonesia 2026
- Analisis Teknologi Keuangan dari Bloomberg Asia
- Pantauan Viralitas Forum Ekonomi Digital Indonesia







