Industri fashion dan keuangan dunia kini resmi menyatu dalam fenomena yang disebut ‘Fashion-Equity’. Berita ini menjadi viral setelah sebuah platform marketplace besar merilis fitur yang memungkinkan pengguna memantau nilai jual kembali (resale value) pakaian mereka secara real-time berdasarkan tren pasar global. Di tahun 2026, membeli baju dari brand ternama bukan lagi sekadar konsumsi, melainkan strategi investasi; banyak anak muda yang mulai mengoleksi pakaian langka hanya untuk diperjualbelikan layaknya saham atau aset kripto.
Netizen di media sosial kini ramai membagikan portofolio “Lemari Investasi” mereka, di mana nilai satu pasang sepatu atau tas bisa melonjak hingga 200% dalam hitungan bulan. Hal ini menciptakan pergeseran ekonomi yang drastis, di mana konsumen lebih memilih membeli barang berkualitas tinggi yang tahan lama daripada produk fast-fashion. Para analis ekonomi menyebutkan bahwa model bisnis ini telah melahirkan kelas investor baru di kalangan Gen Z, yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi item fashion mana yang akan menjadi langka dan mahal di masa depan.
Sumber :
- Laporan Analisis Pasar Fashion Sekunder Global 2026
- Data Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dari Business of Fashion (BoF)
- Pantauan Viralitas Forum Investasi Fashion Digital
– Dokumentasi Inovasi Marketplace Berbasis Blockchain 2026







