Dunia mode internasional sedang diguncang oleh teknologi serat kain cair terbaru yang memungkinkan sebuah pakaian berubah warna dan motif secara instan. Tren ini menjadi viral setelah beberapa supermodel di Paris Fashion Week 2026 tampil mengenakan gaun yang warnanya berubah-ubah mengikuti detak jantung dan suasana hati pemakainya. Fenomena “Digital Fabric” ini dianggap sebagai solusi mutakhir bagi isu lingkungan, karena orang tidak perlu lagi membeli banyak baju—cukup satu pakaian untuk ribuan gaya yang bisa dikontrol langsung melalui aplikasi di ponsel.
Netizen di TikTok dan Instagram kini ramai memamerkan gaya ‘Outfit of the Day’ (OOTD) mereka yang bisa berganti tema dari formal ke kasual dalam hitungan detik. Selain aspek estetika, pakaian pintar ini juga dilengkapi sensor suhu otomatis yang bisa menyesuaikan kehangatan kain dengan cuaca di luar. Meski harganya masih tergolong mewah, para pengamat fashion memprediksi bahwa dalam beberapa bulan ke depan, teknologi ini akan mulai diadopsi oleh brand retail besar, menandai berakhirnya era ‘Fast Fashion’ yang membuang banyak limbah kain dan dimulainya era fashion berkelanjutan berbasis teknologi digital.
Sumber :
- Laporan Trend Forecast Vogue International 2026
- Dokumentasi Inovasi Tekstil Digital dari FashionTech Expo
- Analisis Industri Mode Berkelanjutan (Green Fashion Report)








